Dalam mata kuliah ini di bahas konsep dasar bimbingan karir yaitu sejarah bimbingan karir; pengertian karir dan bimbingan karir; tujuan dan fungsi bimbingan karir; prinsip-prinsip bimbinga karir; peranan dan tanggungjawab staf sekolah dalam bimbingan karir;  teori perkembangan dan pemilihan karir (Teori Ginzbert, Holand, Super, Anna Roe, Krumbolz, dll); konseling karir dengan pendekatan ( trait and factor, Psikodinamik, behavioral, client centered dan konseling komprhensif) serta program bimbingan karir di sekolah

Capaian Pembelajaran :

Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai konsep dasar belajar, teori – teori belajar berdasarkan pendekatannya, mampu menjelaskan tentang kecerdasan majemuk, kreativitas  tipe gaya belajar, mampu mengenal masalah belajar pada peserta didik seperti, kejenuhan belajar,  motivasi belajar rendah, prokrastinasi akademik,  konsep bimbingan dan konseling belajar serta memahami langkah-langkah dalam penyusunan program bimbingan dan konseling belajar, strategi layanan bimbingan dan konseling belajar


Karakteristik pribadi konselor yang tinggi menjadi pendukung utama terciptanya komunikasi profesi konselor yang bermartabat. Komunikasi konselor yang berkualitas dan bermartatabat tergambarkan melalui perwujudan diri konselor selama menjalani aktivitas profesional. Salah satu faktor penting yang ikut menjadi penentu keberhasilan komunikasi profesional konselor adalah kemampuan dalam pengembangan pribadi konselor.

Masalah pengembangan pribadi konselor merupakan masalah yang sangat penting bagi para mahasiswa bimbingan dan konseling dalam mempersiapkan diri mencapai profesionalitasnya dan keberhasilan belajarnya sehingga dapat mandiri dalam penanganan dan pelaksanaan bimbingan dan konseling kelak dikemudian waktu.

Materi PENGEMBANGAN PRIBADI KONSELOR, diharapkan akan menjadi bekal dalam profesionalisasi pelaksanaan bimbingan dan konseling yang bermakna bagi para siswa, bermartabat bagi konselor di sekolah sehingga mampu menganalisis implikasi penerapan konsep pengembangan pribadi konselor dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling


Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan menguasai konsep hakikat media dalam bimbingan dan konseling, klasifikasi media bimbingan dan konseling, teknik pemilihan media bimbingan dan konseling, teknik pembuatan media, teknik menggunakan media bimbingan dan konseling. Perkuliahan diakhiri dengan mendesain media bimbingan dan konseling yang dipresentasikan di khayalak umum.

Pada kuliah perdana ini pembahasan  tentang tren dan isu teknologi pembelajaran yang berkembang saat ini terasa kurang lengkap jika kita tidak memahami latar sejarah bidang keilmuan ini dan perkembangan definisinya. Dengan memahami sejarah tersebut, paling tidak kita bisa menempatkan kecenderungan dan pokok permasalahan yang sedang berkembang dalam khazanah pengetahuan yang tidak tercerabut dari akar historisnya. Selain itu, kita juga bisa menempatkan satu perspektif kesejarahan dalam menilik konteks definsi terbaru dari keilmuan tersebut.

Untuk itu sebagai pembuka kita akan mengkaji perkembangan definisi teknologi pembelajaran mulai dari awal mula kemunculannya hingga pengertian yang terbaru. Namun sebelum itu, tidak ada salahnya jika menilik terlebih dahulu tentang term “definisi” dan tujuan mengapa definisi dibuat.


Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan menguasai konsep dasar dan tujuan bimbingan konseling pribadi; hubungan bimbingan konseling pribadi dengan bimbingan konseling sosial, bimbingan konseling belajar dan bimbingan konseling karir; kebutuhan siswa terhadap layanan bimbingan konseling pribadi; landasan hidup religius; landasan perilaku etik; kematangan emosi; kematangan intelektual; kesadaran tanggung jawab sosial; kesadaran gender; pengembangan pribadi; perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis); kematangan hubungan dengan teman sebaya; kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga.

Mahasiswa mempelajari permasalahan seputar evaluasi program bimbingan dan konseling, arti penting evaluasi dalam untuk kerja profesi konselor, posisi layanan dasar dalam program BK komprehensif, konsep dasar evaluasi, objek evaluasi program BK, perkembangan model evaluasi program BK, model evaluasi program BK dan akuntabilitas bimbingan dan konseling. Mahasiswa dilatih mengevaluasi program bimbingan dan konseling, meliputi: evaluasi program BK, evaluasi proses BK, evaluasi hasil BK dan melakukan prosedur evaluasi layanan dasar berorientasi akuntabilitas. Perkuliahan diakhiri dengan membuat laporan hasil evaluasi yang berkaitan dengan bimbingan konseling.
Mahasiswa mampu memahani kompetensi yang diharapkan, stryktur perkuliahan, tugas dan kontrak belajar

Mahasiswa mempelajari konsep dasar psikologi pendidikan, memahami proses belajar individu serta berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas individu dalam pendidikan, selain itu mahasiswa juga mampu menerapkannya dalam layanan bimbingan dan konseling.